Menjaring Potential Lead Bisnis Online

Posted on October 8, 2011

0


Menjaring visitor yang tepat dengan meningkatkan brand awareness

Grab CustomerDi dunia bisnis online menjaring visitor adalah langkah pertama dan paling utama dalam memasarkan suatu produk/website. Semakin banyak visitor yang datang maka semakin banyak peluang untuk terjadi konversi hingga closing. Menjaring visitor bisnis online yang paling mudah, efektif dan efisien adalah juga melalui media internet. Sebab selain jangkauannya yang luas dan dapat diakses 24jam dari mana saja, tentu saja karena memang orang-orang yang melek internetlah target market bisnis online.

Akan tetapi visitor yang banyak juga dapat menjadi boomerang, apabila visitor yang datang tersebut bukanlah visitor yang kita cari, yang kita harapkan. Hal ini bisa terjadi misal visitor nyasar, visitor iseng browsing, visitor dari level market yang bukan kita sasar, dll. Jangan menyepelekan hal ini, karena hal ini dapat berpengaruh pada bisnis kita meskipun tidak terlalu signifikan atau secara langsung. Jumlah visitor yang banyak tadi, tentunya akan membebani website kita sehingga performanya akan turun, responsenya lambat. Dan hal ini tentunya tidak disukai oleh pengunjung, yang akan berujung pengunjung jadi malas berkunjung ke website kita. Akan berbahaya jika pengunjung yang beralih tadi malah yang termasuk potential buyer. Selain itu kita juga jadi sulit ketika melakukan capacity planning untuk server kita apakah memang sudah saatnya melakukan upgrade atau tidak.

Akibat yang kedua adalah kita jadi sulit menganalisa performa website kita. Visitor yang datang memang banyak, tetapi tingkat bounce ratenya juga tinggi. Sehingga jumlah visitor yang banyak tadi tidak berkorelasi positif dengan omset yang kita dapatkan.

Hal ini sebenarnya bisa dicegah atau dikurangi, yaitu hanya “mendatangkan” visitor yang benar2 kita sasar. Yaitu dengan membangun atau meningkatkan brand awareness produk/website kita di target market yang dituju. Caranya adalah dengan marketing. Banyak orang berfikir bahwa marketing itu promosi, atau menjual. Memang benar… sebagian… karena promosi dan menjual adalah bagian dari marketing. Marketing sebenarnya lebih tepatnya strategi memenangkan perang di benak konsumen (ingat di benak konsumen, bukan di benak kita). Strategi marketing yang tepat dapat menjaring atau mendatangkan visitor yang tepat (sesuai dengan target market kita) bagi website bisnis online kita.

Seberapa penting membangun brand awareness?

Ada beberapa kategori produk dimana brand awareness menjadi hal yang sangat vital. Dalam artian konsumen tidak akan membeli sebuah produk dengan merk yang tidak mereka kenal. Biasanya yang seperti ini adalah produk-produk yang mempunyai harga relative tinggi. Seperti misalnya adalah mobil. Jarang ditemukan konsumen membeli mobil tanpa memperhatikan merk dan track record kualitasnya.

Kategori kedua adalah produk dengan tingkat awareness menengah. Biasanya adalah produk yang latar belakang pembeliannya karena faktor emosional. Konsumen akan membeli produk yang sudah diketahui banyak orang. Seperti produk-produk life style, fashion, dsb.

Ada juga kategori produk yang tidak memerlukan brand awareness tinggi. Produk-produk yang masuk kategori komoditi termasuk dalam kelompok ini. Misalnya produk beras, produk garam, dan produk komoditi lainnya. Bahkan pada produk sepeda pun konsumen relatif tidak memperhatikan mereknya.

Lantas kenapa kita harus membangun brand awareness?

Brand awareness telah terbukti memberikan banyak value, yaitu:

1. Brand diasosiasikan terhadap suatu produk. Karena tingginya tingkat awareness dari konsumen terhadap brand tertentu, membuatnya secara otomatis diasosiasikan dengan produk tertentu. Contoh air mineral dalam kemasan = aqua, grosir pashmina = ameerashawl.com (amiin). Hal ini jelas sangat menguntungkan dan dapat mendatangkan visitor yang potensial sesuai target market kita. Karena dalam hal ini akan banyak visitor yang datang dari golongan mereka memang spesifik mencari produk tertentu dan di mindset mereka produk tersebut adalah brand kita atau ada di website kita.

2. Familiarity. Konsumen akan lebih memilih produk yang sudah dikenalnya, biasa digunakannya, atau toko dimana dia sudah terbiasa membeli dan puas akan layanannya. Sehingga meningkatkan loyalitas atau repeat order di bisnis online kita. Selain itu hal ini dapat dimanfaatkan oleh bisnis online untuk meminta konsumen menuliskan customer experience sebagai testimony.

3. Signal of substance and commitment. Dengan dikenalnya brand/website kita dapat memunculkan pencitraan akan komitmen bisnis kita terhadap produk/layanan tertentu.

4. Brand to be considered. Dengan masuknya brand atau website kita di benak konsumen, sebagai suatu brand yang disadari/diingat akan dapat membantu konsumen untuk memilih brand kita dari berbagai alternative yang menjadi pertimbangan pembelian. Brand yang muncul pertama kali di benak konsumen (top of mind) dapat menjadi pertimbangan pertama konsumen dalam keputusan pembelian. Dan jika ini didukung oleh website yang informative, user friendly dan mudah diakses, bukan mustahil website bisnis online kita dapat menggeser brand yang lain.

Bagaimana meraih brand awareness konsumen, supaya visitor website kita semakin banyak dan tepat?

Benak konsumen banyak dijejali dengan brand, website, nama2 toko, logo2 merk yang beragam. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi internet seperti sekarang ini dimana konsumen dapat dengan mudah mendapatkan informasi. Kembali ke inti dari marketing itu sendiri yaitu strategi bagaimana memenangkan peperangan di benak konsumen. Jadi tidak ada strategi yang sepenuhnya benar, karena masing-masing brand/bisnis online mempunyai kondisi market yang berbeda, pesaing yang berbeda,dlll.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meraih brand awareness konsumen

Tampil beda dan mudah di ingat. Supaya brand kita bisa stand out of the crowd, kita harus berani mencoba cara berbeda, tampil berbeda supaya menarik perhatian. Akan tetapi yang lebih penting lagi adalah dalam melakukan hal ini kita harus mempunyai pesan yang disampaikan secara singkat dan mudah diingat.

Gunakan slogan, jingle, tagline. Slogan, jingle, tagline dapat mewakili karakteristik atau visi suatu brand yang dapat diingat oleh konsumen dengan lebih mudah

Symbol/logo/icon. Suatu logo dapat mewakili atau menginterpretasikan suatu brand secara visual. Dan hal ini dapat lebih mudah diingat oleh konsumen. Seperti gambar 4 lingkaran orang akan mengingat itu adalah logo dari Audi. Atau logo huruf A yang meliuk seperti selendang terbang, orang mengingat itu sebagai logo dari AmeeraShawl.com. Selain logo suatu brand juga dapat memanfaatkan icon supaya dikenal konsumen. Seperti kecap bangau yang menggunakan icon seekor bangau .

Muncul / exist. Brand harus muncul, terlihat, exist. Pemilik bisnis harus berani narsis menampilkan brandnya supaya muncul, terlihat, exist sehingga diingat oleh konsumen. Hal ini bisa dilakukan melalui berbagai media. Misalnya memasang stiker alamat URL website bisnis online kita di kaca belakang mobil, lengkap dengan tagline bisnis kita.

Sponsorship. Manfaatkan suatu event dengan menjadi sponsor acara tersebut, supaya brand kita dikenal dan diingat oleh konsumen. Untuk melakukan ini yang perlu diingat adalah lakukan sponsorship di event yang memang sesuai dengan target market yang kita sasar.

Beyond Customer Expectation. Berikan lebih dari apa yang diharapkan oleh konsumen. Hal ini akan memberikan pengalaman mendalam di benak konsumen, sehingga brand kita akan lebih masuk di benak mereka.

DLL

Salah satu strategi meraih brand awareness supaya brand kita exist dan dikenal luas adalah dengan beriklan. Akan tetapi beriklan sendiri juga harus dilakukan dengan cermat, supaya tidak terjadi inefisiensi biaya marketing.Kita harus cermati mau beriklan dimana, apa yang harus dilakukan saat beriklan, dll.

Beberapa hal yang harus dicermati ketika beriklan untuk bisnis online

1. BUDGETTING. Ini yang utama, kita harus bisa memperkirakan berapa anggaran yang kita alokasikan untuk beriklan. Jangan sampai over hingga mengganggu cashflow. Anggaran ini juga harus kita analisa ulang secara periodik, supaya sesuai dengan kondisi yang ada. Bisa berdasarkan analisa hasil iklan bulan sebelumnya, kondisi keuangan, atau tujuan yang ingin dicapai dalam beriklan

2. LOKASI. Dalam beriklan online kita juga harus mencari lokasi yang tepat (baik yg berbayar maupun yg gratis). Hal ini supaya iklan kita tidak menjadi sia-sia. Dengan beriklan di tempat yang tepat / sesuai dengan target market kita, diharapkan akan dapat mendatangkan visitor yang tepat sasaran pula.

3. TEPAT INFORMASI. Tuliskan informasi yang singkat, padat, jelas. Selain kalimat promosi, tuliskan juga alamat website, info kontak atau alamat dengan jelas. Supaya yang melihat dapat dengan mudah mengetahui kemana dia harus mengakses jika tertarik. Untuk beberapa kasus, perlu juga mencantumkan harga atau diskon yang diberikan. Terutama jika target market anda adalah tipe orang yg price sensitive.

4. TEPAT KATA. Cobalah beberapa kata kunci yang berbeda untuk iklan di tempat yang berbeda, atau target market yang berbeda. Terutama jika anda beriklan di Google Adwords, cobalah keyword yang berbeda untuk merancang iklan yang berbeda. Supaya kita bisa mengetahui kata kunci mana yang lebih efektif.

5. ANALISA. Jangan malas melakukan hal ini. Banyak orang setelah memasang iklan malas melakukan analisa dari iklan yang dilakukan, sehingga tidak tahu seberapa efektif, berhasil atau tidak iklan yang dilakukan. Dengan melakukan analisa kita jadi tahu tempat mana yang mendatangkan banyak pengunjung, kata kunci mana yang efektif. Sehingga kita bisa mencontoh dari iklan-iklan kita yang sukses untuk diterapkan pada iklan kita yang kurang sukses, atau iklan yang akan kita pasang. #iklanonline

6. EVALUASI. Lakukan evaluasi antara iklan yang sudah dilakukan, banyaknya jumlah pengunjung, konversi yang terjadi, omset yang dihasilkan apakah memperlihatkan korelasi yang positif. Jika tidak berkorelasi positif dengan omset usaha kita, berarti ada yang kurang bersinergi dengan tepat. Bisa jadi salah tempat/kurang tepat tempatnya, salah keyword, pelayanan yang kurang, dll.

7. DUKUNGAN SOFT SELLING. Jaman telah berubah, market berubah, tingkat edukasi telah bergeser ke tingkat yang lebih baik. Market lebih menyukai pendekatan yang persuasif, personal, ingin lebih diperhatikan, selain itu market telah bergeser membentuk komunitas komunitas. Selain beriklan, kita juga harus mendukung iklan hardselling kita dengan iklan soft selling, melalui bantuan blog, forum komunitas, social media, dll. Hal ini mampu meningkatkan customer trust.

8. OPTIMALISASI BERKELANJUTAN. Iklan online masih terkait dengan SEO, hal ini bukanlah hal yang cukup dilakukan sekali akan berhasil selamanya. Tetapi ini merupakan hal yang harus kita maintain secara kontinyu. Karena beda waktu, beda trend yang terjadi, beda pesaing, beda trik, beda keyword, dll. Sehingga perlu membuat marketing plan secara berkala. Begitu juga dengan kegiatan soft selling yang kita lakukan, juga harus dilakukan secara kontinyu untuk membangun image yang terus tertanam di benak customer.

Posted in: tips